ini semua selalu sesuka kamu. kalau kamu mau cepat yah kamu lari, ga mau noleh-noleh lagi, aku ditinggal terengah di belakang. saat aku ikutan lari kamu berhenti, hanya memandangi pundakku, tidak memanggil hingga akhirnya aku sadar kalau sudah tinggal sendiri. lalu aku diam, menunggu kamu sampai, tapi kamu seenaknya belok ke kanan, dan berganti haluan ke kiri saat aku baru akan memutar jalan. selalu sesuka kamu, hatiku kram kaku dan membiru kelelahan berkejaran. capek. tapi ngga bisa berhenti membuntuti. sial!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment