Sunday, April 17, 2011

aku tidak pernah bersimpuh di atas sajadah lusuh.
tidak pula menengadah menyembah.
tidak juga memejamkan mata berharap pinta.

tidak pula aku lemparkan koin ke kolam harap.
tidak juga memejamkan mata menatap bintang jatuh.
tidak pernah pun aku meniup api berbisik harap.

karena nafaskulah doanya.
aku kehilangan alamatmu.
jadi aku tak tau kemana kata cinta ini harus aku sampaikan.

aku kehilangan alamatmu.
jadi aku bingung kemana hati ini harus aku antarkan.

aku kehilangan alamatmu.
jadi aku meracau menulis ini, hingga nanti suatu hari akan jadi bukti kalau tidak sekalipun aku lupakan kamu.

aku hanya kehilangan alamatmu..
eh omong-omong kamu tau gaa? akhir akhir ini dadaku sering sakit, mikirin kamu. hha

maaf, tapi bolehkah aku pergi?

demi dedemit setan apapun, aku tidak kuat lagi berbagi ini semua denganmu. aku takut dengan kehidupan kita yang terlalu sempurna ini. aku benci dengan tatapan matamu yang terlalu hangat, atau senyumanmu yang terlampau manis. aku tidak suka caramu yang selalu bisa membuatku tenang. aku tidak mau kebahagianku bergantung padamu.

demi tuhan, aku tidak kuat lagi duduk berdua denganmu, bicara ini itu. aku tidak suka dengan waktu waktu panjang kita berbagi tentang semuanya. berbagi pagi mengejar kereta, atau membelah malam di dalam kotak dingin beroda. aku takut aku terlalu terbiasa memiliki kamu.

demi kamu, tolong bisakah aku pergi?

Friday, April 8, 2011

sweet!

Okay, here it is, your choice... it's simple, her or me, and I'm sure she is really great. But Derek, I love you, in a really, really big pretend to like your taste in music, let you eat the last piece of cheesecake, hold a radio over my head outside your window, unfortunate way that makes me hate you, love you. So pick me, choose me, love me.

* meredith grey

Monday, April 4, 2011

entah kenapa saya merasa jatuh cinta lebih mudah dari seharusnya, dan melupakan lebih mudah daripada sewajarnya. entah kenapa, saya sudah tidak bisa lagi tertawa sebahagia dulu meskipun tidak pernah lagi ada sakit yang menyapa seperti yang lalu.
kemana hati saya pergi? entah..

Followers